Mengelola sebuah server yang menaungi beberapa website sekaligus (multi-site) menghadirkan tantangan tersendiri, terutama di sektor keamanan dan stabilitas performa. Ketika sebuah website mulai mendapatkan lalu lintas (traffic), yang datang berkunjung bukan hanya manusia, melainkan juga puluhan ribu bot otomatis yang berkeliaran di internet setiap detiknya.
Jika Anda seorang pengunjung setia yang tiba-tiba mendapati halaman website ini gagal dimuat atau menampilkan pesan akses ditolak saat menggunakan koneksi VPN (Virtual Private Network), jangan panik terlebih dahulu. Website kami tidak sedang down. Melalui artikel ini, kami ingin berbagi cerita teknis di balik dapur operasional server kami—mengapa kebijakan pemblokiran blok IP VPS dan jaringan VPN ini terpaksa diambil.
Kombinasi Pertahanan: Duet Maut Fail2ban dan Wordfence
Untuk mengamankan website berbasis WordPress dan infrastruktur Linux di server ini, kami mengandalkan dua lapis proteksi utama:
- Wordfence Security (Web Application Firewall / WAF): Bekerja langsung di tingkat aplikasi WordPress untuk mendeteksi upaya login mencurigakan (brute force ke
wp-login.php), injeksi kode berbahaya, eksploitasi celah plugin, hingga pemindaian file sistem sensitif. - Fail2ban (Server-Level Protection): Bekerja langsung di level sistem operasi (Linux/Ubuntu). Fail2ban secara aktif membaca log akses server. Begitu ada IP yang melakukan pelanggaran aturan berulang kali dalam rentang waktu singkat, IP tersebut langsung dimasukkan ke rantai firewall (iptables/nftables) server dan diblokir secara total sebelum sempat menyentuh resource website.

Kombinasi kedua sistem keamanan ini bekerja sangat efektif. Namun, dari pemantauan log keamanan harian, kami menemukan sebuah pola penyerangan yang sangat mencolok dan seragam.
Fakta di Lapangan: Dari Mana Asal Ribuan “IP Jahat” Tersebut?
Banyak orang awam mengira bahwa serangan siber dilakukan oleh hacker yang mengetik kode manual dari kamar mereka. Pada kenyataannya, mayoritas serangan saat ini dilakukan oleh bot otomatis terdistribusi.
Berdasarkan log yang ditangkap oleh Wordfence dan Fail2ban kami, hampir 90% upaya pembobolan dan scanning celah keamanan berasal dari dua sumber utama:
- Provider VPS / Cloud Publik Raksasa:Ribuan IP penyerang berasal dari subnet milik penyedia server komersial seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Platform (GCP), DigitalOcean, Hetzner, Linode/Akamai, dan sejenisnya. Pelaku menyewa VPS murah atau memanfaatkan akun gratisan/kartu kredit curian untuk menjalankan script automated scanner tanpa henti.
- Penyedia Layanan Consumer VPN:Banyak bot juga menyamarkan jejak serangan mereka melalui jaringan VPN konsumen populer, seperti ExpressVPN, NordVPN, Surfshark, dan penyedia komersial lainnya. Dengan terus merotasi IP VPN, bot penyerang berusaha mengelabui sistem keamanan agar tidak langsung terdeteksi sebagai satu entitas.
Target mereka sederhana namun berbahaya: mencari celah keamanan di salah satu website, lalu mencoba menembus direktori server untuk menginfeksi website-website lain yang kebetulan berada dalam satu lingkungan server yang sama.
Mengapa Blokir Subnet (1 Blok IP Penuh) Menjadi Solusi Terbaik?
Awalnya, memblokir satu per satu IP penyerang tampak cukup adil. Namun, cara ini memiliki kelemahan besar: bot tersebut memiliki ribuan cadangan IP lain dari provider yang sama.
Oleh karena itu, langkah tegas yang kami ambil adalah melakukan pemblokiran satu blok IP utuh (CIDR / IP Range Subnet) dari provider VPS tertentu dan node exit VPN yang terindikasi menjadi sarang aktivitas bot jahat.
Langkah ini memberikan dua dampak positif yang sangat signifikan:
- 1. Meringankan Kinerja Server (Beban CPU & RAM Berkurang Drastis):Setiap kali bot mencoba membuka ratusan URL acak di WordPress, server harus memproses query database PHP dan MySQL. Jika dibiarkan, bot-bot ini akan menguras resource server dan membuat pengunjung manusia yang asli merasakan loading yang lambat. Dengan memblokir IP di tingkat firewall sebelum masuk ke sistem web server, beban komputasi server langsung turun drastis.
- 2. Mencegah Risiko Serangan Lintas Website (Cross-Site Infection):Karena server ini menampung beberapa website sekaligus, mengamankan gerbang utama server adalah harga mati. Menutup akses bot dari jaringan cloud luar melindungi seluruh ekosistem web yang bernaung di dalamnya dari risiko injeksi malware maupun defacement.
Informasi Bagi Pengunjung: Kenapa Website Ini Tidak Bisa Dibuka Saat Menggunakan VPN?
Kebijakan keamanan di atas tentu membawa sedikit kompromi. Jika Anda saat ini tidak bisa membuka atau mengakses website ini saat menyalakan VPN, besar kemungkinan alamat IP atau subnet dari provider VPN yang Anda gunakan masuk ke dalam daftar blokir sistem pertahanan kami.
Ini bukan berarti akun atau perangkat Anda bermasalah, melainkan karena alamat IP bersama (shared IP) milik VPN tersebut sebelumnya telah disalahgunakan oleh bot atau pengguna lain untuk melakukan aktivitas berbahaya ke server kami.
Solusi Jika Anda Tidak Bisa Mengakses Web Ini:
- Matikan VPN Sementara Waktu: Coba matikan koneksi VPN di HP atau komputer Anda, lalu buka kembali website ini menggunakan jaringan internet biasa (seperti kuota seluler Telkomsel, XL, Indosat, atau koneksi WiFi rumah seperti IndiHome/Biznet).
- Ubah Lokasi Server VPN: Jika Anda tetap harus menggunakan VPN, coba ganti lokasi server atau negara koneksi di aplikasi VPN Anda untuk mendapatkan blok IP yang berbeda yang tidak terdeteksi bot oleh firewall kami.
- Hubungi Admin Jika Memang Diperlukan: Jika Anda yakin koneksi kantor atau jaringan khusus Anda terblokir secara tidak sengaja (false positive), silakan hubungi kami agar kami dapat memeriksa dan memasukkan IP Anda ke dalam whitelist.
Bukti Bahwa Ini Bot Palsu (Spoofed User-Agent)

- Hostname dan IP: Permintaan berasal dari IP
136.108.21.25dengan reverse DNS25.21.108.136.bc.googleusercontent.com(Google Cloud Platform/Compute Engine). - Pemalsuan User-Agent: Penyerang sengaja memasang string User-Agent
ClaudeBot/1.0; +claudebot@anthropic.comagar firewall atau pemilik web mengira lalu lintas tersebut adalah crawler AI yang sah. Crawler asli Anthropic Claude beroperasi dari blok IP dan ASN resmi milik Anthropic/AWS khusus mereka, bukan mesin virtual acak dari Google Cloud.
Mengapa Dia Memindai Direktori Tersebut?
Path yang diakses bot tersebut bukanlah halaman web publik untuk dibaca mesin pencari, melainkan jalur berkas sensitif dan titik akhir API teknis:
/secrets.json: Mencari berkas konfigurasi yang memuat kredensial rahasia, seperti database password, API key, atau token private./.github/workflows/deploy.yml&/.gitlab-ci.yml: Memeriksa apakah pipeline CI/CD terekspos ke publik untuk mencuri skrip deployment, environment variable, atau token cloud./.gitconfig: Mencari konfigurasi repositori Git yang kerap membocorkan email, URL repository internal, atau token akses pengembang./graphql&/api/graphql: Menguji apakah ada celah endpoint GraphQL yang terbuka tanpa autentikasi (untuk melakukan query data pengguna, skema database, atau eksploitasi injeksi).
Kesimpulan
Keamanan siber dan stabilitas server adalah prioritas utama kami demi memberikan pengalaman membaca dan berselancar yang aman serta cepat bagi semua pembaca. Langkah pemblokiran blok IP dari penyedia VPS liar dan jaringan bot VPN adalah benteng pertahanan terbaik untuk menjaga aset web tetap berdiri kokoh tanpa membebani performa server.
Semoga penjelasan terbuka ini menjawab tanda tanya teman-teman yang sempat mengalami kendala akses saat berselancar menggunakan VPN!






